Terjebak hujan selatan

» Gemuruh angin menerpa sunyi halte.
Aku sendirian, di tengah keramaian hujan.
Pohon jerit tak kuasa menahan hunjam.

Semakin deras angin menerjang.
Dari ufuk kilat melukis siang.

Tak berarti satu degupan. Sebab di hati berjuta hantaman.
Menantimu di tengah hujan.

Katamu kau datang dari selatan, bersama rintik jatuhnya hujan.

Biarlah aku terjebak penantian. Menantimu dari selatan.

By Angin Pendiam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s