Duhai Hasan Junus

Tanah ini kering

serupa lumut, pada bebatuan kemarau

tak ada lagi karya

mata air budaya

Sewindu tak berkabar

rindu angan menerka

mengenang

yang telah ada

Engkau, Hasan Junus

Lahir ke tanah sastra

bagai hujan dari semesta

Di kedua tanganmu

bibit puisi merekah

serupa bunga dalam kata-kata

Engkau menjelma tangan pena

menyeka kening jelaga

memberi makan bocah-bocah aksara

Dan waktu

berlari bagai rindu

meski berkali-kali menahan pilu

waktu enggan memelihara napasmu

Detik-detik telah kautuliskan

pada lembar lembar masa depan

Kini, karyamu telah dikenang bangsa

meski ragamu ada di sisinya

Aku

hanya satu dari beribu pengagummu

Duhai Hasan Junus.

#MengenangHJ

Lampung, 11-04-2014

By Angin Pendiam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s