Surat untuk Ibu

Untukmu Ibu
Kalau aku tak sampai waktu
Mengecup telapak kakimu
Barangkali, waktu telah menyibukkanku

Untukmu Ibu
Kalau aku tak sempat rindu
Mengenang senyummu yang surga itu
Barangkali, rindu tak di sampingku

Engkau Ibu
Cahaya terang di hatiku
Namun kini
Hatiku digelapkan masa baru

Maafkan jikalau kabar tak singgah di berandamu
Maafkan jikalau kaki-kaki ini enggan menapak halamanmu

Aku tak hendak melupakanmu
Waktu begitu erat memeluk nasibku

Hujan begitu deras saat kutulis ini, Ibu
Rintiknya perlahan terasing oleh air mataku
Betapa akupun merinduimu
Betapa akupun mencintaimu

Dingin menggigilkan makan malamku
Bersama kerinduan akan canda tawamu
Aku menyadari itu
Aku tak lebih hidup tanpa doamu

Engkau Ibu
Cahaya terang di hatiku
Namun kini
Hatiku digelapkan masa baru

Terimalah maaf dan doaku ini
Sebagai jalanku, sebagai napasku

Lampung, 25-04-2014

By Angin Pendiam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s