Gelisah (flashfiction)

Pukul 11.34 aku berbaring di atas ranjang. Lampu padam dan di luar hujan deras sangat berisik. Kurasakan gelisah ketika pintu lupa kututup, terasa angin yang halus masuk lewat sela-sela selimut yang tebal di atas tubuhku. Telingaku berdengung seperti ada yang berbisik di antara bising hujan. Ketika itu perasaanku makin gelisah, aku takut. Tidak berani menutup mata lama-lama, dalam hatiku seseorang sedang memandangi dari sudut kamar.

Malam terasa sangat panjang, mataku terasa berat. Hujan itu makin deras, sejam, dua jam, tiga jam. Aku masih terjaga dengan rasa kantuk. Dengan perasaan takut yang menyelimut bulu kuduk; hawa dingin namun keningku berkeringat. Seperti ada yang mendekat, berbisik kemudian tiada. Esok harinya aku terbangun, bangkit dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi. Aku lupa apa yang terjadi.

Jember, 01-11-15

By Angin Pendiam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s